Tarianpada gambar diatas berasal dari daerah . A. Sumatera utara B. Kalimantan C. Sulawesi utara . Latihan Soal Online - Semua Soal. Latihan Soal - SD/MI - SMP/MTs - SMA | Kategori : Semua Soal ★ SD Kelas 4 / Seni Budaya SD Kelas 4. Tarian pada gambar diatas berasal dari daerah .
Tarianpada gambar diatas berasal dari daerah. Tari yang berasal dari daerah bali ini mempunyai dasar agem tandang dan tangkep. Agem adalah gerak pokok yang tidak berubah-ubah. Memang ada banyak hal yang menarik tentang provinsi ini. Afif296 February 2019 0 Replies. Sebagai tari yang berasal dari ini membuat Tari Kecak unik dan populer.
Tariandiatas berasal dari provinsi? JAMBI; BENGKULU; ACEH; RIAU; Semua jawaban benar; Jawaban: C. ACEH. Dilansir dari Ensiklopedia, tarian diatas berasal dari provinsi aceh.
Jenistarian ini merupakan tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara meliputi Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir. Tortor merupakan tarian ceremonial yang disajikan dengan musik gondang. Tari Tortor menunjukkan sebuah komunikasi melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi dengan parsipan upacara adat.
TariRemo atau Reyoge Cak Mo berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tarian ini biasa ditampilkan saat penyambutan tamu yang diiringi oleh gamelan. Sejatinya, tarian ini dibawakan oleh penari pria, tapi sebagai usaha pelestarian, penari wanita pun dapat menari tarian Remo. Tari Remo membutuhkan sisi maskulinitas untuk menjadi lakon penari.
Perhatikangambar berikut! Tari pada gambar di atas berasal dari .a. Sulawesic. Irian Jayab. Papuad. Kalimantanpls jawab soalnya harus dikumpulin skrng:) - on karena tarian yang berasal dari Kalimantan adalah tari perang. yang ada di gambar tersebut. maaf kalau salah. Jawaban diposting oleh: pengennanya13. jawaban: A
svZ73Wy. TARIAN DAERAH TRADISIONAL INDONESIA – Kalian yang statusnya sebagai warga negara Indonesia pasti tahu betul keanekaragaman seni budaya apa saja yang bangsa ini miliki. Salah satu aspek keanekaragaman seni budaya yang Indonesia miliki adalah seni tari. Terdapat sekitar 400-an jumlah tari yang ada di Indonesia, 85% dari angka 400 itu adalah jumlah dari macam-macam tari tradisional. Berarti terdapat sekitar 320 jenis tari tradisional yang ada di Indonesia. Dari 320 jenis tari tradisional itu diklasifikasikan lagi menjadi 4 kategori, yaitu jenis tari tradisional berdasarkan fungsi, tari tradisional berdasarkan gerakan, tari tradisional berdasarkan jumlah penari, dan tari tradisional berdasarkan penyajiannya. Buat kalian yang belum paham betul mengenai definisi tari sendiri itu apa, silakan simak di artikel kami sebelumnya yang berjudul “Pengertian Seni Tari dan Pembahasan Lengkapnya“. Nah setelah kalian sudah paham guys apa itu definisi dari tari, baru kenali apa saja jenis tarian yang ada di Indonesia ini. Kali ini kami akan membahas mengenai macam-macam contoh tarian tradisional di Indonesia yang ditinjau berdasarkan fungsi tarinya. Sebelumnya sudah kami bahas juga pada artikel pengertian seni tari bahwasanya tari berdasarkan fungsinya itu diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu tari sebagai sarana upacara, tari sebagai media hiburan, tari sebagai media pertunjukkan. Ingin tahu lebih lengkapnya, langsung aja simak guys macam-macam contoh tari berdasarkan fungsinya di bawah ini. Daftar Isi NAMA TARIAN DAERAH TRADISIONAL INDONESIAA. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Sarana UpacaraB. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Sarana PertunjukanC. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Media Hiburan A. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Sarana Upacara 1. Tari Tradisional Gambuh, Bali Tari Gambuh ialah tarian yang berasal dari Bali, tarian ini dianggap paling berkualitas oleh masyarakat Bali. Dianggap berkualitas karena tarian ini merupakan dramatari klasik Bali yang paling kaya akan gerakan tarinya, sehingga tari gambuh ini dianggap sebagai acuan segala jenis tari klasik khas Bali. Tari ini berfungsi sebagai sarana upacara, seperti upacara ngaben dan upacara Manusa Yadnya, seperti perkawinan keluarga bangsawan. 2. Tari Lawung Tarian Tradisional Yogyakarta Tari Lawung merupakan salah satu tarian karya Sultan Hamengkubuwono I. Tari Lawung ini biasa dipentaskan guna sebagai sarana upacara, seperti upacara pernikahan. Cerita yang terkandung di dalamnya adalah menggambarkan tentang seorang prajurit yang sedang perang. Prajurit itu berasal dari kerajaan Trunojoyo, sebab itu ada beberapa dialog dalam pementasan menggunakan bahasa Madura. 3. Sanghyang Tarian Tradisional Indonesia Bali Tari Sanghyang merupakan sajian teater tradisi Bali. Tarian ini bersifat religius, karena memiliki fungsi sebagai sarana upacara keagamaan. Biasanya tarian ini dipertunjukkan sebagai penolak bala atau wabah penyakit. 4. Tari Tor tor Tarian Tradisional Sumatera Tari Tortor merupakan tari yang berfungsi sebagai sarana upacara, tarian ini berasal dari Sumatera. Dalam pertunjukannya, tarian ini disajikan dengan iringan musik gondang. 5. Tari Tradisional Gantar Kalimantan Tari Gantan adalah jenis tarian yang dipentaskan sebagai sarana upacara adat. Tarian ini dipentaskan saat upacara pesta tanam padi. Pada gerakannya, tari gantan ini didominasi pada gerakan kaki. Properti yang digunakan saat pementasan adalah tongkat panjang dari kayu, itu digunakan untuk melubangi tanah pertanian dengan 6. Tari Bedhaya Ketawang Tarian Tradisional Surakarta Tari Bedhaya Ketawang, adalah sebuah tarian bangsawan Keraton Surakarta. Tarian ini hanya dipentaskan saat upacara penobatan serta Tinglandalem Jumenengan upacara kenaikan tahta raja Sultan Surakarta. 7. Tarian Daerah Tradisional Upacara Legong Bali Tari Legong adalah tarian klasik yang berasal dari Bali. Tari ini hanya dikembangkan dan dipertunjukkan di keraton-keraton Bali. Saat pertunjukannya, tarian ini diiringi oleh sebuah musik gamelan, gamelan yang dipakai adalah gamelan Semar Panggulingan. 8. Tarian Tradisional Tari Pakarena Sulawesi Selatan Tari Pakarena merupakan tari tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tari Pakarena disebut tarian yang memiliki fungsi sebagai sarana upacara karena dahulu pertama kali dipertunjukkan pada abad 17, yaitu tahun 1903 saat Pangali Patta Raja dinobatkan sebagai Raja di Gantarang Lalang Bata. 9. Tari Seblang Tarian Tradisional Banyuwangi Tari Seblang ini merupakan sebuah tarian ritual tradisi yang sangat tua di wilayah Banyuwangi. Saat pertunjukannya, tarian seblang dimulai dengan upacara yang dipimpin oleh seorang dukun atau pawang desa setempat. 10. Tari Srimpi dari Jawa Timur Tari Srimpi, adalah tari jawa klasik yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini merupakan tradisi keraton Kesultanan Mataram, lalu dilestarikan oleh empat istana pewarisnya, yaitu di Surakarta dan Yogyakarta. B. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Sarana Pertunjukan 1. Tari Merak, Jawa Barat tarian daerah Tari Merak adalah tarian tradisional khas Jawa Barat yang diciptakan oleh salah satu seniman sunda, Raden Tetje Somantri. Sesuai namanya, dalam gerakannya tarian merak menggambarkan kehidupan dari sekolompok binatang, yaitu burung merak tentunya. 2. Tari Orek-orek Tari Orek-orek merupakan kesenian dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kesenian ini termasuk dalam tarian pergaulan, karena di dalamnya gerakan tari diiringi bersama dengan alat musik tetabuhan yang cara memainkannya dengan dikorek. 3. Tari Gambyong Tari Gambyong adalah tarian tradisional daerah khas Surakarta. Tarian ini memiliki koreografi yang sangat variatif, yaitu diantaranya dikenal dengan Tari Gambyong Pareanom dan Tari Gambyong Pangkur. Tari gambyong biasanya dipentaskan sebagai pertunjukan ataupun menyambut tamu. 4. Tari Rejang Tari Rejang adalah kesenian tari tradisional dari Bali. Kesenian ini termasuk yang terunik, karena Tari Rejang hanya ditampilkan oleh perempuan dan dipertunjukkan untuk perempuan. Koreografinya sangat sederhana namun terlihat progresif dan lincah. 5. Tari Pendet Tarian yang satu ini juga kesenian tradisional dari Bali, yaitu Tari Pendet. Dalam sejarahnya, dahulu tari pendet merupakan tari pemujaan saat penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. 6. Tari Lenggeran Tari Lenggeran adalah kesenian tradisional dari Jawa Tengah. Tarian ini memiliki pesan yang sangat bermakna, yaitu berpesan kepada setiap orang untuk bersikap mengajak, membela kebenaran, dan menjauhkan kejelekan. Nama Lengger sendiri berasal dari kata eling ngger. C. Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Sebagai Media Hiburan 1. Tari Joged, Bali Tari Joged atau lebih dikenal dengan nama Joged Bumbung, adalah tarian pergaulan yang berasal dari Bali. Biasanya dipertunjukkan sebagai sarana hiburan, seperti dalam acara pernikahan. Penarinya adalah seorang wanita, kemudian saat menari wanita tersebut mencari pasangan pria untuk diajak menari bersama. 2. Tari Kethuk Tilu, Jawa Barat Tari Kethuk Tilu merupakan tarian tradisional khas Jawa Barat. Kesenian tari ini merupakan awal sejarahnya tari Jaipongan diciptakan. Tarian ini juga biasanya dipentaskan untuk sarana hiburan dalam setiap acara pernikahan. Nama tariannya sendiri diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah kethuk atau lebih dikenal dengan bonang yang menciptakan irama rebab, gendang besar, dan kulanter yang digunakan untuk mengatur tempo kendang yang diiringi bersama kecrek dan gong. 3. Tari Ronggeng, Jawa Barat Tari Ronggeng adalah tari tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya dari tanah pasundan. Saat pentas, penari diiringi dengan musik dari biola dan gong. Walaupun berasal dari Jawa, Ronggeng juga dapat ditemukan di Sumatra dan Semenanjung Malaya. 4. Tari Jaipongan, Jawa Barat Yang satu ini juga masih berasal dari Jawa Barat, namanya Tari Jaipongan. Kesenian ini merupakan tari pergaulan yang berasal dari tanah Sunda dan tentunya sangat populer sekali di Indonesia ini. Tari Jaipongan diciptakan oleh seniman asal Karawang, yaitu H Suanda pada tahun 1976. Tarian ini merupakan hasil kreatifitas dari penggabungan beberapa elemen seni tradisi, seperti wayang golek, pencak silat, kethuk tilu, dan topeng banjet. 5. Tari Tayuban Tari Tayub atau Tayuban adalah kesenian tari daerah tradisional Jawa Tengah yang memiliki unsur keindahan dan keserasian gerak. Jika diperhatikan, tarian ini mirip dengan tari Jaipongan yang berasal dari Jawa Barat dan juga tari Gambyong dari Jawa Tengah. Tari Tayub ada tarian pergaulan yang bermakna untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Bandung - Jawa Barat terkenal dengan keseniannya yang menarik. Seperti tarian khas Jawa Barat yang punya ciri dan keunikannya sendiri. Dari begitu banyaknya tarian Jawa Barat yang ada, berikut ini 7 tarian khas Jawa Barat yang paling Tari JaipongSiapa yang tak tahu jika Tari Jaipong adalah tarian khas Jawa Barat. Dikutip dari laman kata jaipong bersal dari masyarakat Karawang yang bersal dari bunyi kendang sebagai iringan tari rakyat yang menurut mereka berbunyi jaipong yang secara onomotofe. Tepak kendang tersebut sebagai iringan tari pergaulan dalam kesenian banjidoran yang berasal dari Subang dan Karawang yang akhirnya menjadi populer dengan istilah jaipongan. Tari Jaipongan muncul pada tahun 1980an yang lahir fari kekreatifitasan para seniman Bandung, salah satunnya yakni Gugum Gumbira. Jaipong merupakan pengembangan dari ketuk tilu apabila dilihat dari perkembangannya dan dasar jaipongan pertama yang diciptakan oleh Gugum Gumbira adalah tari daun pulus keser bojong dan tari Raden Bojong yang berpasangan putra- putri. Tarian tersebut sangat digemari dan populer di seluruh Jawa Barat termasuk Kabupaten Bandung karya lain yang diciptakan oleh Gugum diantaranya toka-toka, setra sari, sonteng, pencug, kuntul mangut, iring-iring daun puring , rawayan, kaum anten dll. juga para penari yang populer diantaranya seperti Iceu Efendi, Yumiati Mandiri, Mimin Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Diar, Asep tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerak dari tari yang dinamis dan tabuhan kendang membawa mereka untuk menggerakan tubuhnya untuk menari sehingga tari jaipongan sebagai salah satu identitas kesenian Jawa SMKN 10 Bandung tampil dalam Festival Dance Around the World di Cecil Sharp House, London, Minggu 27/10/2019. Begini aksi memukau mereka. Foto kbri London2. Tari MerakTarian ini adalah kesenian yang berasal dari daerah Bandung. Tarian ini terinspirasi dari burung merak yang mempunyai bulu yang indah yang digambarkan lewat kostum yang dipakai oleh para penggambaran Merak betina, Tari Merak ini justru merupakan penggambaran tingkah laku burung merak jantan yang memiliki keindahan bulu ekor yang memikat dari situs resmi Kemdikbud, Tari Merak diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955. Gerakan tarian ini merupakan pengembangan dari gaya tari Sunda yang dikuasai oleh Tjetje. Mulanya, penciptaan tarian ini ditujukan untuk menghibur para delegasi Konferensi Asia Afrika dalam acara resepsi di Bandung tahun diciptakan, Tari Merak Sunda karya Tjetje hanya dipertunjukkan empat kali, yaitu dalam rangkaian kegiatan KAA di halaman belakang Gedung Pakuan pada tahun 1955; tahun 1955 di Hotel Orient, Bandung; tahun 1957 dalam rangka menyambut kehadiran Voroshilof, Presiden USSR Rusia di Gedung Pakuan; dan tahun 1958 dalam pertunjukan tari di Rd. Tjetje Somantri pada Tahun 1963, Irawati Durban sebagai muridnya menyempurnakan tatanan Tari Merak ciptaan Rd. Tjetje Somantri dengan mengolah kembali struktur koreografi pengembangan terhadap Tari Merak Sunda ini pertama kali digagas oleh Irawati Durban ketika Grup Viatikara diberi tugas oleh Presiden Soekarno untuk mempersiapkan rombongan kesenian ke New York Fair Merak ini biasa ditarikan oleh perempuan dengan mengenakan busana yang sangat glamor, estetis, eksotis, serta komposisi kinestetiknya. Hal ini menjadikan Tari Merak Sunda memiliki daya pikat tersendiri bagi siapapun yang menari dan Tari TopengTarian khas Jawa Barat asli dari daerah Cirebon, termasuk Indramayu. Disebut tari topeng, karena saat menari penarinya menggunakan topeng. Tarian ini telah mengalami perkembangan dalam gerakan maupun cerita. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah Tari Topeng Kelana Kencana Wungu yang merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Menak Jingga yang tergila-tergila kepadanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menak Jingga disebut juga Kelana, dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari kini, sanggar-sanggar tari masih banyak yang mengajarkan Tari Topeng. Salah satu sanggar tari topeng yang ada di Indramayu adalah danggar tari topeng Mimi Rasinah, yang terletak di Desa pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah salah satu maestro tari topeng yang walaupun mengalami kelumpuhan sejak 2006 ia masih aktif menari dan mengajarkan kesenian tari topeng. Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus Topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon Foto A. Afandi/d'traveler4. Tari SintrenTarian khas Jawa Barat yang lainnya yang berasal dari Cirebon yakni Tari Sintren. Tarian ini disebut mengandung unsur magis sehingga tidak boleh untuk dibuat mainan. Tari sintren ini biasanya dibawakan oleh seorang wanita yang mengenakan kostum khusus dan berkacamata hitam, sebelum melakukan tarian ini biasanya sang penari akan masuk ke dalam sebuah kurungan yang ditutup oleh sintren yang ada pada tarian ini ternyata merupakan gabungan dari dua kata yakni si dan tren yang mana dalam bahasa Jawa kata si merupakan sebuah ungkapan panggilan yang memiliki arti ia atau dia, sedangkan kata tren berasal dari kata tri atau putri sehingga sintren memiliki arti si putri atau sang tari sintren pada mulanya dipentaskan pada waktu yang sunyi di saat malam bulan purnama karena kesenian tari ini berhubungan dengan roh halus yang masuk ke dalam sang penari, namun kini pementasan tari sintren tidak lagi dilakukan pada malam bulan purnama melainkan dapat juga dipentaskan pada siang hari dan bertujuan untuk menghibur wisatawan serta memeriahkan acara dari Tari Sintren juga dipergunakan oleh para wali untuk menyebarkan dakwah Islam dan mengajarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penari sintren yang dalam keadaan tidak sadar dan kemudian menari, ketika dilemparkan uang dengan jumlah berapapun akan mengakibatkan penarinya jatuh dan tidak bisa berdiri sendiri sebelum didirikan oleh dalang Ki Mamat yang merupakan dalang sintren dari sanggar tari Sekar Pandan, kesultanan Kacirebonan, nilai-nilai dakwah Islam yang dibawa oleh pagelaran sintren adalahRanggapKurungan Ayam, bentuk kurungan ayam yang melengkung berusaha mengingatkan pada manusia yang menyaksikan bahwa bentuk melengkung itulah bentuk dari fase hidup manusia dimana manusia dari bawah akan berusaha menuju puncak, namun setelah berada dipuncaknya manusia kembali lagi ke bawah, dari tanah kembali menjadi tanah, dilahirkan dalam keadaan lemah akan kembali pada keadaan yang lemah uang yang dilempar membuat penari sintren langsung jatuh lemas bermakna di dalam kehidupan manusia jangan selalu mendahulukan duniawi, terlalu serakah ke duniawi akan membuat manusia Sintren Cirebon Foto Wahyu Setyo Widodo/detikTravel5. Tari Ronggeng GunungTari Ronggeng Gunung merupakan tarian asli khas Pangandaran. Menurut sumber tradisi perkembangan tari ronggeng gunung mengalami perubahan nama akibat generasi penerusnya."Ada tiga sebutan untuk pertunjukan ronggeng yaitu Ronggeng Gunung, Ronggeng Kaler, dan Ronggeng Amen atau Ronggeng Kidul," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton GuntarNamun perubahan nama itu tidak merubah estetika dalam tarian ronggeng. Perkembangan ronggeng itu berada di Kecamatan Langkaplancar, Mangunjaya, Padaherang, Pangandaran dan buku yang ditulis prof. Dr. Nina Herlina Lubis dengan judul "Pangandaran Dari Masa ke Masa" menyebutkan bahwa Ronggeng gunung merupakan bentuk awal dari seni pertunjukan Ronggeng yang diyakini berasal dari daerah pegunungan itu, bentuk pertunjukan Ronggeng Kala merupakan pengembangan dari Ronggeng Gunung biasanya dalam pertunjukan ini. Ronggengnya terdiri dari dua orang dan gamelan pengiringnya lengkap disertai dengan lagu-lagu Ronggeng Kaler dikhususkan hanya untuk hiburan dalam perhelatan perkawinan atau khitanan dan tidak dipertunjukkan dalam Amen juga merupakan perkembangan dari Ronggeng Gunung. Pada awalnya pertunjukan Ronggeng Amen disebut Ronggeng Ngamen, namun lama kelamaan berubah nama menjadi Ronggeng penyajiannya Ronggeng Amen lebih banyak melibatkan penonton untuk menari bersama ronggeng. Selain itu, lagu yang dibawakan pun lebih variatif, misalnya bercampur dengan lagu dangdut atau kliningan, yang pada intinya bisa menarik perhatian banyak perkembangan zaman saat ini tari ronggeng gunung menjadi seni tradisi hiburan yang dipakai masyarakat Pangandaran pada prosesi hajatan, event, dan syukuran-syukuran makna yang terkandung dalam tari ronggeng gunung yang menarik. Karena lebih seru jika dibawakan oleh banyak penari dengan posisi melingkar. "Sarendeuk saigel sabobot sapihanean, artinya setiap gerakan harus se irama, selalu bersama-sama tak pernah bertengkar karena berbeda pendapat, rukun dan saling menghargai," Ronggeng Pangandaran Foto Istimewa6. Tari SampiungTarian khas Jawa Barat ini biasa ditampilkan ketika upacara adat seperti Seren Taun, Pesta Panen, Ngaruat, Rebo Wekasan, dan hari Kemerdekaan RI. Tari ini ditampilkan di ruang tertutup seperti bale atau Tari Sampiung karena suara yang dihasilkan dari alat musik pengiringnya yakni Tarawangsa. Alat musik gesek ini menghasilkan bunyi yang Tari Ketuk TiluTarian ini disebut sebagai cikal bakal tari jaipongan yang kemudian menjadi tersohor. Tarian ini banyak ditemukan di daerah Priangan, Bogor, dan Purwakarta, Jawa Barat. Tari Ketuk Tilu termasuk tari pergaulan atau hiburan yang diiringi alat musik seperti kendang, rebab, tiga buah ketuk, Kecrek, dan Goong. Simak Video "Tenda Pelantikan P3K Pemkab Tasik Roboh, Peserta Berhamburan" [GambasVideo 20detik] tya/bbn
Tarian Riau – Budaya masyarakat Riau tidak dapat dipisahkan dengan budaya masyarakat etnis melayu di tanah air. Tidak heran jika budaya Riau sering dikenal dengan budaya Melayu. Ada berbagai peninggalan sejarah melayu yang dapat Anda pelajari. Seperti rumah adat, pakaian adat, upacara adat, tarian hingga senjata yang dulu pernah digunakan. Tarian tradisional Riau menjadi salah satu kebudayaan yang membuat Indonesia semakin kaya akan budayanya. Sehingga kita harus mempelajari jenis tarian berasal dari Riau, berikut ini akan bagikan untuk Anda tentang adat Riau. Tarian Adat Riau1. Tari Tari Zapin Tari Tari Tarian Tarian Tari Suku Melaut Teluk Tarian Joged Lambak. Tarian Adat Riau 1. Tari Zapin. blogkulo Salah satu Tarian Melayu yang cukup terkenal yaitu tari Zapin. Tarian ini dulunya ditarikan di atas tikar madani dan tikar tidak boleh bergeser atau bergoyang sedikitpun ketika sedang menari. Tarian Zapin banyak dipengaruhi oleh budaya arab dan tata nilai. Tarian juga mempertontonkan gerakan kaki cepat yang mengikuti pukulan gendang. Selain itu, tarian Zapin dulunya juga hanya di peruntukkan bagi penari laki-laki saja. Namun dengan perkembangan zaman, kini tari zapin lebih mudah dan dapat diperagakan oleh laki-laki dan perempuan. Pakaian Tarian Tradisional Melayu yang dikenakan penari laki-laki yaitu mengenakan baju kurung cekak musang, oleat, songket, seluar dan kopya yang ditambah dengan bros. Sedangkan kostum penari wanita yaitu baju kurung, labuh, kain songket, kain samping, selendang tudung manto, anting-anting, kalung, kembang goyang, dan riasan sanggul lipat dan conget. 2. Tari Zapin Matahari. Tari Zapin Matahari merupakan tarian khas yang berasal dari Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tarian yang satu ini mengisahkan kisah cinta sepasang muda mudi di desa Kuala Tolam. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia. Namun sangat disayangkan bahwa kebahagiaan mereka hanya sementara. 3. Tari Tandak. Tari tandak dikenal sebagai tari pergaulan yang sangat digemari oleh masyarakat Riau. Tarian ini merupakan penggabungan antara seni tari dan sastra. Tari Tandak memiliki ciri khas yaitu saling berbalas pantun antara kelompok laki-laki dan perempuan. Lagu pantun tersebut berisi sesuatu yang ada di bumi ataupun tentang kehidupan sehari-hari. Tari Tandak dapat dipentaskan oleh laki-laki dan perempuan ketika malam hari. Tarian sebagai ajang silaturahmi antara pemuda-pemudi maupun pasangan suami istri. Selain itu, tarian ini juga melambangkan ikatan-ikatan yang terjalin antar teman beda kampung dan menciptakan rasa aman antar kampung. Lihat juga Tarian Sulawesi Tenggara Beserta Gambarnya 4. Tari Melemang. gpswisata Tari Melemang merupakan paduan unsur tari, musik dan menyanyi yang mengisahkan tentang kehidupan kerjaan. Tarian Riau ini dipentaskan oleh 14 orang penari dimana masing-masing memainkan perannya. Tari melemang kini menjadi pertunjukan hiburan rakyat dengan durasi sekitar satu jam. Melemang artinya berdiri sambil membongkokkan badan ke belakang. Dari sinilah begitu nampak kecakapan dan kegesitan para penari. Misalnya dalam memainkan uang receh atau sapu tangan yang mereka pegang. 5. Tarian Makyong. Tarian Makyong menjadi salah satu tarian sebagai sebuah pertunjukan khas Melayu. Tarian Melayu Asli ini diperkirakan sudah ada di Riau hampir satu abad yang lalu. Makyong akan diselenggarakan setelah para petani memanen padi. Uniknya dari tari Makyong yaitu penampilan penari menggunakan topeng dan diiringi beberapa alat musik. Seperti gendang, tetawak dan rebab. 6. Tarian Gamelan. Tarian Gamelan dikenal di Riau dan Lingga dalam kurun ke 17. Awalnya tarian ini merupakan persembahan pertama kali pada khalayak ramai pada tahun 1811 ketika ada upacara persandingan Tengku Husain. 7. Tari Suku Melaut Teluk Meranti. Tarian Suku Melaut Teluk Meranti berpijak di Kabupaten Pelalawan Riau, khususnya suku Laut di Kecamatan Teluk Meranti. Sehingga tarian ini dinamakan sebagai Tari Suku Melaut Teluk Meranti. Properti yang diingankan pada tarian yaitu ambong. Ambong merupakan alat untuk mengumpulkan dan membawa kelapa Niau. Tari digambarkan bahwa ambong yang dijadikan properti ini dapat dimainkan sesuai dengan kebiasaan masyarakat suku laut dalam memperlakukan ambong. Misalnya ambong dijunjung, dipukul, dihentak, digoyang, ditungkup dan digegar. Lihat juga 8 Rumah Adat Riau dan Keunikannya 8. Tarian Joged Lambak. Tarian Joged Lambak merupakan tarian yang sangat kental dengan budaya Melayu. Gerakan tarian lebih cenderung lemah gemulai dan lagu atau irama yang digunakan adalah irama joget. Misalnya Tanjung Katung, Serampang Laur, dan Anak Kala. Alat musik yang digunakan pada tarian yaitu gong, tetawak dan gendang. 8 Tarian adat Riau di atas Admin kumpulkan dari berbagai sumber, mari kita lestarikan budaya Indonesia. Mulai dari Tarian, Senjata, Peristiwa Sejarah di Indonesia, Rumah adat dan cagar budaya lainnya.
tarian pada gambar diatas berasal dari